PEMESANAN VIA SMS 085891444731

Tampilkan postingan dengan label Buku Bekas. Tampilkan semua postingan

(KOSONG) Quraish Shihab: Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan


Harga: Rp65.000
Kondisi: Bekas, Hardcover
 
Judul: Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?
Penulis: M. Quraish Shihab
Penerbit: Lentera Hati
Tahun Terbit: Maret 2007
Tebal: 306 hlm.

Deskripsi:
Sama halnya dengan Persatuan, perbedaan adalah suatu keniscayaan lslam sangat menolenrasi perbedaan aneka perbedaan yang ada di kalangan pemeluknya. Penghargaan Islam terhadap perbedaan lahir dari keyakinan bahwa perbedaan bukanlah penghalang persatuan. Perbedaan tidak identik dengan perselisihan. Perbedaan baru menjadi persoalan serius jika disertai dengan fanatisme buta. Fanastime semacam inilah kerap memicu terjadinya perpecahan... (*)
 

*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS ke nomor 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphon, dan judul buku.

(KOSONG) Richard Lloyd Parry: Zaman Edan


Harga: Rp50.000
Kondisi: Bekas, Tersampul
 
Judul: Zaman Edan; Indonesia di Ambang Kehancuran
Penulis: Richard Lloyd Parry
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Tahun Terbit: 2008
Tebal: 452 hlm.

Deskripsi:
Buku penuh fakta mengejutkan ini menuturkan kisah reportase wartawan terkemuka Richard Lloyd Parry di Indonesia antara 1996-1999.

Dia meliput dari dekat dan mengalami langsung peristiwa pembantaian etnis dan kanibalisme di Kalimantan pada 1997 dan 1999, demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan massal di Jakarta 1998, serta pembumihangusan Timor Timur oleh milisi dan tentara Indonesia menyusul jajak pendapat yang mengantarkan kemerdekaan negara itu pada 1999.

Ditulis dengan lancar, akrab, dan enak dibaca, buku ini membuka mata kita akan segala peristiwa kelam di negeri ini yang kerap ditutup-tutupi, sekaligus mengajak kita merenungkan kembali makna reformasi setelah 10 tahun rezim Orde Baru tumbang dan memaknai momen 100 tahun kebangkitan nasional. (*)

***

"...gambaran nyata tentang sebuah bangsa yang sedang meluncur ke titik terendahnya ..."
— Literary Review (London)

"Richard Lloyd Parry adalah wartawan pemberani dan tak kenal lelah yang masuk jauh ke dalam borok kejahatan manusia dan kembali dengan sebuah kisah yang nyaris terlalu menggiriskan untuk dipercaya ... Reportase yang ditulis dengan indah dan berani."
— Literary Review (London)

"Solidaritas terhadap orang-orang yang paling menderita mendorong lahirnya kesaksian ini ... Zaman Edan—buku Richard Lloyd Parry tentang pergulatan Indonesia antara represi dan reformasi—mengambil tema yang memiliki daya tarik luar biasa."
— The Independent (London)

"Yang terbaik dari buku sejenis, muncul dari tengah kekacauan menjelang kebangkrutan pemerintahan Suharto pada 1998 ..."
— Financial Times Magazine (London)

"Jurnalisme sastrawi dalam praktik dan contoh nyata. Liputan Richard Lloyd Parry tentang konflik Dayak-Madura di Kalimantan, kerusuhan Mei 1998 di Jakarta, serta referendum berdarah di Timor Leste disajikan dalam sebuah dongeng mirip novel. Dan, inilah novel horor yang membuat film-film Alfred Hitchcock terasa hambar, sekaligus membuat kita akan bertanya: inikah wajah Indonesia sebenarnya?"
— Farid Gaban, pemimpin redaksi Madina


*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS ke nomor 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone, dan judul buku.

(KOSONG) Al-Qur'an & Pluralisme Agama

 Harga: Rp37.500
Kondisi: Bekas, Tersampul
 
Judul: Al-Qur'an & Pluralisme Agama
Penulis: Muhammad Hasan Qadrdan Qaramaliki
Penerbit: Sadra Publishing
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 245 hlm.

Deskripsi:
Buku ini mengkaji dan memaparkan pluralisme agama serta pada saat yang sama memberikan kritikan terhadapnya. Bagi penulis, dengan proses perenungan dan penaralaran un sich, teks-teks al-Qur’an dan Hadits yang dijadikan landasan pluralisme tampak memberikan keambiguan, absurditas, dan kekacauan makna. Padahal untuk mencapai kejelasan makna perlu dikombinasikan dengan metode, tehnik khusus, dan ketelitian analisis seputar relasi antar ayat, sebelum memastikan sebuah interpretasi untuk suatu ayat. Nah, area inilah yang penulis sentuh untuk memberikan penjelasan seputar pluralisme, seputar kebenaran, toleransi, dan agama. (*)
 

*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS ke nomor 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone, dan judul buku.

(KOSONG) Dick Hebdige: Asal-Usul & Ideologi Subkultur Punk


Harga: Rp 50.000
Kondisi: Bekas, Tersampul Rapi

Judul: Asal-Usul & Ideologi Subkultur Punk
Penulis: Dick Hebdige
Penerbit: Buku Baik, Yogyakarta
Tahun Terbit: 1999
Tebal: 292 hlm.

Deskripsi:
-


*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS ke nomor 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone, dan judul buku.

(KOSONG) Catatan Harian Ahmad Wahib


Harga: Rp50.000
Kondisi: Bekas, Tersampul Rapi
 
Judul: Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib
Penulis: Ahmad Wahib
Penerbit: LP3ES
Tahun Terbit: Januari 2013 (Cetakan Ke-7)
Tebal: vii + 405 hlm.

Deskripsi:
Bagi pembaca yang tidak mengenalnya secara pribadi, sulit mendapatkan kesan utuh tentang diri Ahmad Wahib hanya dari bukunya ini. Pemikir muda muslim yang mati muda ini (1943-1973), menyajikan dalam catatan harian yang diwariskannya, beberapa kepingan yang mungkin dapat menyajikan gambaran lengkap tentang kepribadian yang bulat, hanya setelah pengenalan pribadi yang cukup lama. Ketulusan untuk memperoleh kebenaran dengan pertaruhan tertinggi. Keberanian menghadapkan diri sendiri kepada masalah-masalah keimanan terdalam –yang berarti pengakuan penuh atas keraguan mendasar dalam hati sendiri. Dan kemampuan untuk memetik pelajaran dari pihak mana pun. Semua itu adalah hal-hal yang saling bertentangan tetapi berkembang dalam hidup Ahmad Wahib.

Mengejar kebenaran secara tuntas mengandaikan kepastian sikap yang penuh — katakanlah semacam lan vitalnya seorang filosof. Sedangkan introspeksi ke dalam, justru menampakkan wajah yang berkebalikan. Lalu bagaimana pula keduanya harus dipertalikan dengan kelemahan hati seorang yang mampu belajar dari siapa pun? Sulit diketahui ‘bagaimananya’ pergolakan pemikiran Ahmad Wahib. Terlebih-lebih kalau diteropong dari sisi lain watak hidupnya sendiri: kebimbangan (atau justru rasa rendah dirinya?) untuk mewujudkan tindak lanjut bagi ikatan kasih yang dijalinnya dengan seorang gadis, umpamanya. Atau sifat pemalunya yang demikian besar. Kesan tiadanya keutuhan gambaran itulah yang muncul dari membaca buku ini. Padahal pribadi yang digambirkan justru sangat kuat proyeksinya kepada pembaca sebagai sesuatu yang utuh! Hanya orang tidak tahu keseluruhan wajah keutuhan itu sendiri. Di sinilah harus disayangkan kegagalan kata pengantar Prof. Dr. A. Mukti Ali dan pendahuluan Djohan Effendi.

Sebagai bekas pembimbing intelektual-keagamaan dan kawan terdekat Ahmad Wahib, seharusnya kedua orang tersebut menjelaskan secara terperinci aspekaspek pergulatannya yang tidak tertangkap oleh orang lain. Manakah gambaran jelas tentang bermulanya proses itu? Dera apakah yang harus dijalani Ahmad A’ahib dalam hidupnya, yang membentuk kepribadiannya? Sejauh manakah pemikir muda ini disengsarakan kejujurannya yang demikian mutlak itu? Kita tahu ia harus bergulat, tetapi apa lingkup pergulatannya, kesakitannya sewaktu menjalani proses tersebut, harapan yang dirumuskannya sebagai uung pergulatan?

Tetapi yang luar biasa dari buku ini adalah kenyataan akan tingginya intenitas pergulatan pemikiran dalam diri Ahmad Wahib. Tanpa ada kejelasan situasinya sekalipun, kita tetap merasakan betapa besar arti pergulatan itu bagi diri Ahmad Wahib sendiri dan bagi temanteman sejawatnya. Bahkan mungkin bagi perkembangan Islam sendiri, di sini! Begitu kuat keterlibatan Ahmad Wahib kepada penentuan masa depan agama yang dicintainya itu, terasa bagi kita. adahal, tetap saja tidak jelas apa visinya akan masa lampau agama tersebut. Kalau ia dapati kekurangan sedemikian mendasar di dalamnya, mengapakah Ahmad Wahib tidak menolaknya? Bahkan, sebaliknya, ia lebih dalam mencintainya –bagaikan orang mencintai pelacur walaupun tahu apa yang dilakukan pelacur itu sehari-hari.

Berpikir Nisbi Dalam pernyataannya bahwa ia harus meragukan adanya Tuhan untuk dapat lebih merasakan makna kehadiran-Nya (hal. 23, 30 dan 47, umpamanya), jelas menunjukkan kebutuhannya sendiri kepada Tuhan yang itu-itu juga–bukannya Tuhan yang lain hasil ‘buatannya’ sendiri. Inilah yang merupakan inti kehadiran Ahmad Wahib dalam kehidupan kaum muslimin kita di permulaan tahun tujuhpuluhan ketundukannya yang penuh kepada Yang Mutlak, dengan menggunakan cara-cara berpikir nisbi. Selebihnya menarik Jterutama sebagai kesaksian historis akan potensinya yang besar di bidang pemikiran keagamaan seandainya ia tidak mati begitu muda. Betapa ia mengerti hakikat ‘kebidatan’nya NU, sambil tetap tidak mampu melepaskan diri dari belenggu kecintaan kepada HMI. Betapa pandainya ia memaki kawan seiring, karena kepengecutan mereka dalam menanggung konsekuensi logis pemikiran mereka. Tetapi sambil merasa ketakutan, bahwa ia akan menganiaya mereka dengan tuntutan-tuntutan terlalu berat. Dan betapa Ahmao Wahib mampu mengajukan begitu banyak pertanyaan fundamental kepada teman-teman seagamanya, padahal ia sendiri sangat kekurangan pengetahuan dasar tentang pemikiran keagamaan itu sendiri !

Ia menyadari bahwa keterlibatannya kepada ‘pembaharuan Islam’ justru muncul dari kenyataan begitu besarnya kemelut kehidupan kaum muslimin sendiri. Dengan kata lain, Ahmad Wahib sedalam-dalamnya menyadari bahwa hanya satu-dua orang saja yang akan mampu mengikutinya. Sisanya, tetap saja berada dalam kemelut mereka. Toh ia tak juga mau meninggalkan upaya ‘meningkatkan keimanan’ mereka, meskipun ia tahu akan gagal total. Dilakukannya itu tidak lain karena kecintaannya kepada Islam yang ‘apa adanya saja’, sebagaimana tampak di pelupuk matanya. Upayanya memberonak tidak lain karena ketakutan akan irelevansi ‘Islam apa adanya’ itu bagi orang lain di kemudian hari, bukan bagi dirinya.

Ternyata, kalau dilihat dari sudut ini, Ahmad Wahib merupakan sisi lain dari mata uang yang sama: ketakutan akan erosi keimanan kaum muslimin di kemudian hari. Wajah satunya lagi, adalah kuatnya kecenderungan sementara lulusan dan jebolan disiplin ilmiah eksakta untuk mengajukan ‘kebenaran’ Islam secara formal. Ahmad Wahib sendiri adalah dari kelompok ‘jebolan eksakta’, yang kemudian lari ke filsafat. Tetapi ia mellolak formalisme seperti itu. Namun tetap saja ia melakukan kerja mengukuhkan kehadiran Islam, seperti ‘kaum formalis’ itu. Mengukuhkan Agama Memang, sedalam-dalamnya Ahmad Wahib adalah seorang muslim dengan keimanan penuh. Pemberontakan yang dilakukannya justru bertujuan mengukuhkan agama yang diyakininya itu. Bak tukang batu yang menghantamkan palunya ke tembok, untuk menguji kekuatan dan daya tahan tembok tersebut.

Siapa dapat mengatakan menjadi ‘muslim bergolak dan pemberontak’ seperti Ahmad Wahib ini lebih rendah kadarnya dari ‘kemusliman’ mereka yang tidak pernah mempertanyakan kebenaran agama mereka sekali pun? Kutipan berikut dari catatan harian Ahmad Wahib dengan tepat menggambarkan kesimpulan itu. “Aku bukan nasionalis, bukan katolik. Aku bukan budha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut muslim. Aku ingin bahwa orang memandang dan menilaiku sebagai suatu kemutlakan (absolute entity) tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana saya termasuk serta dari aliran apa saya berangkat. Memahami manusia sebagai manusia”. (hal. 46). Alangkah mulianya pribadi Ahmad Wahib, dan alangkah sempurna kemuslimannya. (Abdurrahman Wahid | Tempo, 19 September 1981)


*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS ke nomor 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone dan judul buku.

(KOSONG) Carl Bernstein & Bob Woodward: All the President's Men


Harga: Rp 49.000
 Kondisi: Bekas (97%), Tersampul Rapi

Judul: All the President's Men, Kisah Nyata Kejatuhan Sang Presiden
Penulis: Carl Bernstein & Bob Woodward
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Tahun Terbit: Juni, 2012
Jumlah Halaman: 528

Deskripsi:
Diawali dengan peristiwa pencurian yang tampak biasa saja di markas Partai Demokrat di Washington dan kemudian dilanjutkan dengan berita-berita menggegerkan yang terus terang dan tajam di halaman muka koran terbesar di Amerika Serikat, The Washington Post, penyelidikan dua wartawan muda, Carl Bernstein dan Bob Woodward, berhasil menyingkap skandal Watergate yang menggemparkan.

Terungkapnya kisah persekongkolan gelap dan jejak-jejak permainan kotor yang memalukan itu mengakibatkan kejatuhan Presiden Richard Nixon dari puncak kekuasaan.

Kini, kisah nyata penyelidikan cemerlang kedua wartawan The Washington Post yang berhasil menyabet Hadiah Pulitzer dan menjadi acuan reportase investigatif para wartawan dari berbagai belahan dunia itu diungkap tuntas dalam buku ini. Tak pelak lagi, inilah cerita thriller politik paling mencekam yang pernah ada; sebuah buku legendaris yang mengubah Amerika dan mengguncang dunia! (*)


***

“Kisah thriller dengan alur sangat cepat; cerita detektif yang ditulis dengan lancar dan enak dibaca ... Buku yang luar biasa!”—The New York Times

“Terbuka dan terus terang ... reportase investigatif yang mengejutkan pembaca bagaikan sebuah palu godam.”—Publishers  Weekly

“Memukau dan membangkitkan semangat ... Salah satu cerita detektif paling hebat yang pernah dikisahkan.”—The Denver Post

“Bukan sekadar \'buku panas\' ... Buku ini sungguh enak dibaca dan berbobot ... Kisah luar biasa yang sangat menyentuh.”—The New Republic

“Reportase terhebat sepanjang masa.”
—Gene Roberts, mantan Redaktur Pelaksana The New York Times
*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone, dan judul buku. Atau, bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar. 

Koleksi Baru Kedai Buku Kami


Berikut daftar buku yang baru masuk di kedai buku kami, Mei 2015:

1. At-Twitter - Pidi Baiq
2. A9ama Saya adalah Jurnalisme - Andreas Harsono
3. Banyak Jalan Menuju Tuhan - Budhi Munawar Rahman & Elza Peldi Taher
4. City of Fiction - Andre Syahreza
5. Dialog Antarumat Beragama - J.B. Banawiratma, Zainal Abidin Bagir, etc.
6. Jihad Julia - Julia Suryakusuma
7. KPK vs POLRI - Budi Setyarso
8. Manusia Perahu: Tragedi Kemanusiaan di Pulau Galang - Isye Ismayawati
9. Kasus Pembunuhan Munir Kejahatan yang Sempurna? - Wendratama
10. Pandangan Muslim Moderat - Zuhairi Misrawi
11. Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib
12. Asal Usul dan Ideologi Subkultur Punk - Dick Hebdige
13. Misteri Kematian Syekh Siti Jenar - Abdul Munir Mulkhan
14. Tuhan yang Kesepian - Tasirun Sulaiman

Untuk pembelian, hubungi kami via SMS di nomor 085891444731. Silakan berbelanja!



Novel Grafis Dalai Lama Ke-14


Harga: Rp29.500 | Harga Penerbit: Rp44.850
Kondisi: Baru, Segel
 
Judul: Dalai Lama Ke-14
Penulis: Tetsu Saiwai
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: Oktober 2013
Tebal: 224 hlm.

Deskripsi:
“Aku masih ingat dengan jelas betapa sengsaranya rakyat bila pemimpin secara egois mengejar kepentingan pribadi.” —Dalai Lama ke 14

Tepat di usianya yang ke 15, Dalai Lama kehilangan kebebasannya. Ia terpaksa menjauh dari Tibet, tanah kelahirannya, negeri yang mengajarkan keselarasan hidup dan cinta kasih. Perjalanannya mencari tempat berlindung sangat tak mudah. Ia terus mencari sekutu dan berdialog dengan pemerintah China yang menganggapnya musuh.

Secara perlahan, Dalai Lama menyaksikan sendiri bagaimana Tibet kehilangan identitas dan tradisi spiritualnya. Meskipun demikian, ia tetap saja menolak perlawanan dengan senjata. Dalai Lama percaya bahwa amarah dan nafsu berkuasa, datangnya dari hati.

BioGraphic Novel: Dalai Lama ke 14 ini merupakan komik adaptasi dari perjuangan Dalai Lama dalam menjaga dan mengembalikan lagi kebudayaan Tibet, yang kini kian terkikis. (*)


*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS ke nomor 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone dan judul buku.

(KOSONG) Ade Armando: Televisi Jakarta di Atas Indonesia


Harga: Rp 20.000
Kondisi: Bekas, Tersampul Rapi

Judul: Televisi Jakarta di Atas Indonesia
Penulis: Ade Armando
Penerbit: Bentang Pustaka, Yogyakarta
Tahun Terbit: April 2011
Jumlah Halaman: xvi + 296


*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS ke nomor 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone, dan judul buku. Bila tak mau repot, silakan isi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar.  

(KOSONG) George Orwell: 1984


Harga: Rp45.000 | Harga Penerbit: Rp64.000
Kondisi: Bekas (Seperti Baru), Tersampul Rapi

Judul: 1984
Penulis: George Orwell
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: Desember 2012
Tebal: viii + 392 hlm.

*Buku ini dapat kamu pesan melalui email halo.rekacipta@gmail.com dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone dan judul buku. Bila tak mau repot, silakan isi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar.

(KOSONG) Seno Gumira Ajidarma: Trilogi Insiden


Harga: Rp 43.500
Kondisi: Bekas, Tersampul Rapi

Judul: Trilogi Insiden
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit: Bentang Pustaka, Yogyakarta
Tahun Terbit: April 2010
Jumlah Halaman: vi + 458

Deskripsi:
Setidaknya ada tiga buku Seno Gumira Ajidarma yang merupakan Trilogi Insiden—ketiganya mengandung fakta seputar Insiden Dili, yang ditabukan media massa semasa Orde Baru.

Itulah Saksi Mata (kumpulan cerpen), Jazz, Parfum & Insiden (novel), dan Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara (kumpulan esai) yang diterbitkan ketika Orde Baru masih berkuasa. Ketiganya telah menjadi dokumen, tentang bagaimana sastra tak bisa menghindar untuk terlibat, secara praktis dan konkret, dalam persoalan politik—apabila politik kekuasaan itu menjadi semakin tidak manusiawi.

Di masa reformasi, kewaspadaan atas perilaku kekuasaan tidak bisa dilepaskan. Ketiga buku ini diterbitkan kembali dalam satu judul, sebagai Trilogi Insiden, memenuhi kebutuhan untuk saling mengingatkan. (*)

*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS ke nomor 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone dan judul buku. Atau, bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar.

(KOSONG) Gus Dur: Tuhan Tidak Perlu Dibela


Harga: Rp48.000
Kondisi: Bekas, Tersampul
 
Judul: Tuhan Tidak Perlu Dibela
Penulis: Abdurrahman Wahid
Penerbit: LKiS
Tahun Terbit: 2012, Cetakan Ketujuh
Tebal: 312 hlm.

Deskripsi:
Di era 1980-an, Gus Dur aktif menulis esai-esai di berbagai media teremuka. Esai-esainya itu bukan hanya inspiratif, tapi revolusioner: merubah pola pikir kebangsaan dan keagamaan kita. Esai-esai itu kemudian terbit menjadi buku berjudul “Tuhan Tak Perlu Dibela”. Berikut ini quote-quote Gus Dur dalam buku itu:

“Islam Yes, Partai Politik (Islam) No!” (Gus Dur)

“Apakah yang akan dikenakan nabi Muhammad, seandainya beliau hidup di masa kini? Tetap berjubah sajakah, seperti orang Arab dari pedalaman semenanjung bergurun luas itu, ataukah mengenakan pakaian “lebih universal”, seperti celana, dasi, dan jas? (Gus Dur)

“Allah itu Maha Besar. Ia tidak memerlukan pembuktian akan kebesaran-Nya. Ia Maha Besar karena Ia ada, apapun yang diperbuat orang atas diri-Nya, sama sekali tidak ada pengaruhnya atas wujud-Nya dan atas kekuasaan-Nya.” (Gus Dur)

“Al-Hujwiri mengatakan: Bila engkau menganggap Allah itu ada hanya karena engkau yang merumuskannya, hakikatnya engkau sudah menjadi kafir. Allah tidak perlu disesali kalau Dia menyulitkan kita. Juga tidak perlu dibela kalau orang menyerang hakikat-Nya.” (Gus Dur)

“Ternyata kepentingan nasional memiliki hukum-hukumnya sendiri, yang dalam banyak hal ‘dimanfaatkan’ untuk kepentingan agama. Ia dapat menciptakan ikatan kebangsaan untuk mengkonkretkan hidup beragama. Tidak sebaliknya.” (Gus Dur)

“Bukankah masalah ketuhanan memang rumit? Mungkin sengaja dibuat rumit oleh Tuhan, agar kita tertuntut untuk senantiasa berada dalam upaya pencarian hakikat-Nya, walaupun itu tidak akan pernah tercapai. Upayanya yang penting, bukan tercapainya hasil mutlak.” (Gus Dur)

“Al-Qur’an sudah menetapkan agama yang benar disisi Allah adalah Islam. Namun tidak berarti negara tidak boleh memberikan perlakuan yang sama kepada semua agama. Sebaliknya, keutuhan negara hanya akan tercapai kalu ia memberikan perlakuan yang sama dimuka hukum.” (Gus Dur)

“Persamaan teologis antara dua agama tidak akan mungkin ada – kalau diartikan sebagai hak merumuskan kebenaran mutlak Tuhan. Namun persamaan kedudukan dimuka hukum dapat ditegakkan, selama ada yang memberi perlakuan sama.” (Gus Dur)

“Membiarkan terjadinya korupsi besar-besaran dengan menyibukkan diri dengan ritus-ritus hanya akan berarti membiarkan berlangsungnya proses pemiskinan bangsa yang semakin melaju.” (Gus Dur)

“Semakin tinggi martabat manusia yang menjadi pemeluknya maka semakin tinggi pula martabat agama itu sendiri.” (Gus Dur)

“Islam harus dipagari rapat-rapat dari kemungkinan penyusupan gagasan yang akan merusak kemurniannya. Tanpa disadari, mental seperti itu justruvmerupakan pengakuan terselubung akan kelemahan Islam.” (Gus Dur)

“Marx harus diikuti analisisnya terhadap keadaan, tetapi jangan begitu saja dituruti dalam kesimpulan. Dengan kata lain, Marxisme haruslah dipahami sebagai kenyataan sejarah, tetapi belum tentu memiliki kebenaran transendental.” (Gus Dur)

“Di negeri kita demokrasi belum lagi tegak dengan kokoh masih lebih berupa hiasan luar bersifat kosmetik daripada sikap yang melandasi pengaturan hidup yang sesungguhnya.” (Gus Dur) | (Suara Sahabat)


*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS ke nomor 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone, dan judul buku.

(KOSONG) Aravind Adiga: The White Tiger


Harga: Rp 28.000
Kondisi: Bekas, Tersampul Rapi

Judul: The White Tiger
Penulis: Aravind Adiga
Penerbit: Sheila, Yogyakarta
Tahun Terbit: 2010
Jumlah Halaman: viii + 360


*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS ke nomor 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone, dan judul buku. Atau, bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar.

(KOSONG) Septiawan Santana K: Jurnalisme Kontemporer


Harga: Rp 35.000
Kondisi: Bekas, Tersampul Rapi

Judul: Jurnalisme Kontemporer
Penulis: Septiawan Santana K
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Tahun Terbit: September 2005
Jumlah Halaman: xxiv + 256


*Buku ini dapat kamu pesan melalui email halo.rekacipta@gmail.com dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone dan judul buku. Bila tak mau repot, silakan isi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar.  
 

(TERJUAL) Dandhy Dwi Laksono: Jurnalisme Investigasi


Harga: Rp 25.000
Kondisi: Bekas (90%), Tersampul Rapi

Judul: Jurnalisme Investigasi
Penulis: Dandhy Dwi Laksono
Penerbit: Kaifa
Tahun Terbit: Juni 2010
Jumlah Halaman: viii + 436


*Buku ini dapat kamu pesan melalui email halo.rekacipta@gmail.com dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone dan judul buku. Bila tak mau repot, silakan isi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar.  

Yus Ariyanto: Jurnalis Berkisah


 Harga: Rp 33.000
Kondisi: Bekas, Tersampul Rapi

Judul: Jurnalis Berkisah
Penulis: Yus Ariyanto
Penerbit: Metagraf, Solo
Tahun Terbit: September 2012
Jumlah Halaman: xx + 228

Deskripsi:
Jurnalis. Bila melakukan pekerjaannya dengan semestinya, memanglah penjaga gerbang kebenaran, moralitas, dan suara hati nurani dunia.

Simak perjuangan inspiratif kesepuluh jurnalis lokal dalam buku ini. Dengan sajian penuh aura keberanian yang tinggi berbalut dedikasi, totalitas, kecintaan pada profesi, penghormatan kebenaran, serta integritas yang tinggi. (*)


*Buku ini dapat kamu pesan melalui SMS ke nomor 085891444731 dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone dan judul buku. Atau, bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar.  
 

(TERJUAL) Ade Irwansyah: Seandainya Saya Kritikus Film


Harga: Rp 18.000
Kondisi: Bekas (90%), Tersampul Rapi

Judul: Seandainya Saya Kritikus Film (Pengantar Menulis Kritik Film)
Penulis: Ade Irwansyah
Penerbit: Homerian Pustaka
Tahun Terbit: Desember 2009
Jumlah Halaman: xiv + 178


*Buku ini dapat kamu pesan melalui email halo.rekacipta@gmail.com dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone dan judul buku. Bila tak mau repot, silakan isi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar.

Antologi Karya Jurnalistik Wartawan Senior KOMPAS


Harga: Rp 20.000
Kondisi: Bekas (90%), Tersampul Rapi

Judul: Jernih Melihat Cermat Mencatat (Antologi Karya Jurnalistik Wartawan Senior KOMPAS)
Penulis: Marthias Dusky Pandoe
Penerbit: KOMPAS
Tahun Terbit: Mei 2010
Jumlah Halaman: xxx + 378


*Buku ini dapat kamu pesan melalui email halo.rekacipta@gmail.com dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone dan judul buku. Bila tak mau repot, silakan isi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar.  

Dedi Ahimsa Riyadi: HATTA, Hikayat Cinta & Kemerdekaan


Harga: Rp 18.000
Kondisi: Bekas (85%), Tersampul Rapi

Judul: HATTA, Hikayat Cinta & Kemerdekaan
Penulis: Dedi Ahimsa Riyadi
Penerbit: Edelweiss, Depok
Tahun Terbit: Januari 2010
Jumlah Halaman: x + 279


*Buku ini dapat kamu pesan melalui email halo.rekacipta@gmail.com dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone dan judul buku. Bila tak mau repot, silakan isi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar.

Dari Penjara Graterford hingga Panggung Wayang (Kumpulan Artikel Kisah Mualaf Koran Republika)


Harga: Rp 15.000
Kondisi: Bekas (85%), Tersampul Rapi

Judul: Dari Penjara Graterford hingga Panggung Wayang (Kisah Mualaf Olahragawan & Seniman)
Penulis: Wartawan Republika
Penerbit: Harian Republika
Tahun Terbit: Agustus, 2011
Jumlah Halaman: x + 168


*Buku ini dapat kamu pesan melalui email halo.rekacipta@gmail.com dengan menyertakan: nama lengkap, alamat pengiriman lengkap, nomor handphone dan judul buku. Bila tak mau repot, silakan isi formulir di bawah ini secara lengkap dan benar.

Kedai Boekoe © 2015. All rights reserved. | Powered by Blogger

Designed by SpeckyThemes